hy sobB........
Hayow, ada yang lagi bingung ma komedo yaw........tenang aj prend....setiap ada masalah, pasti ada jalan keluar...aku ada tips nih buat ngilangin landak hidung kamu..:)bc yaw,,,,,,,,
1. Siapkan kapas dan putih telur
2. Sebelumnya cuci muka kamu hingga bersih
3. Ambil kapas, olesi putih tekur di atasnya..dikit aja..jangan isrof...
4. Tempelkan "adonan" tadi di atas hidung kamu
5. Tunggu beberapa menit sampai kapas itu mengering..kemudian ambil..
Lihat deh di atas kapasnya...banyak komedo yang nempel kan????
met nyoba!!
STORY
Total Tayangan Halaman
Selasa, 09 Juni 2009
puisi
Di kala manusia terbuai oleh mimpi...
Sajadah menjadi alas badan..
Di saat manusia di sibukkan dengan pekerjaan...
Ayat suci berkumandang....
Hanya Dzikir dan do'a yang menjadi penenang..
Tuhan...
Ampuni hamba-Mu yang berlumuran dosa ini...
Iringi langkahku selalu dengan lindungan-Mu...
Hanya kepada-Mu q menyembah..
memohon..
dan meminta..
Sajadah menjadi alas badan..
Di saat manusia di sibukkan dengan pekerjaan...
Ayat suci berkumandang....
Hanya Dzikir dan do'a yang menjadi penenang..
Tuhan...
Ampuni hamba-Mu yang berlumuran dosa ini...
Iringi langkahku selalu dengan lindungan-Mu...
Hanya kepada-Mu q menyembah..
memohon..
dan meminta..
"JUJUR MEMBAWA MUJUR". Yupz, tu emang bener banget. Islam mengajarkan kita agar selalu bersikap jujur, di manapun, kapanpun, dan dalam keadaan yang bagaimanapun. Qulil haq walau kaana murron, katakanlah jujur meskipun itu pahit.
Tahu kisah khulafaur Rasyidin yang pertama kan?yups!!bener bangat, beliau adalah Abu Bakar ash- Shidiq. Beliau diberi gelar oleh Nabi ash-Shidiq karena beliau selalu membenarkan apa yang dibaw oleh Nabi. Di antaranya adalah Isro' Mi'roj. Di saat orang-orang tidak ada yang percaya akan Isro' Mi'rojnya Nabi, sahabat Abu bakar tetap percaya dan membenarkan berita itu.
Nabi banyak mencontohkan sikap jujur. Di antaranya saat Nabi berdagang, beliau tidak pernah menyembunyikan kecacatan dari barang yang dijual. Jika ada barang yang cacat dan ada orang yang akan membeli barang tersebut, beliau memberitahu di bagian mana saja yang terdapat cacat atau kekurangan. Sehingga kaum Quraisy menjuluki belian dengan al-Amin.
Nah sobat, dalam al Qur'an sudah dijelaskan bahwa Nabi adalah suri tauladan bagi kita, so kita harus bisa ngikutin Nabi, baik dari ucapan, maupun perbuatan, termasuk jujur. :)
Tahu kisah khulafaur Rasyidin yang pertama kan?yups!!bener bangat, beliau adalah Abu Bakar ash- Shidiq. Beliau diberi gelar oleh Nabi ash-Shidiq karena beliau selalu membenarkan apa yang dibaw oleh Nabi. Di antaranya adalah Isro' Mi'roj. Di saat orang-orang tidak ada yang percaya akan Isro' Mi'rojnya Nabi, sahabat Abu bakar tetap percaya dan membenarkan berita itu.
Nabi banyak mencontohkan sikap jujur. Di antaranya saat Nabi berdagang, beliau tidak pernah menyembunyikan kecacatan dari barang yang dijual. Jika ada barang yang cacat dan ada orang yang akan membeli barang tersebut, beliau memberitahu di bagian mana saja yang terdapat cacat atau kekurangan. Sehingga kaum Quraisy menjuluki belian dengan al-Amin.
Nah sobat, dalam al Qur'an sudah dijelaskan bahwa Nabi adalah suri tauladan bagi kita, so kita harus bisa ngikutin Nabi, baik dari ucapan, maupun perbuatan, termasuk jujur. :)
Minggu, 07 Juni 2009
Terlanjur Cinta
Hubunganku dan Adi sudah berjalan tiga minggu. Meskipun begitu, akutidak pernah merasakan perhatian darinya. Yang ada malah aku yang selalu memberi perhatian padanya. Sepertinya selama ini Adi tidakmenganggapku sebagai pacar, melainkan sebagai kakak. Mung karena aku dan dia brownis dua tahun. Aku kelas 3 SMA, sedangkan dia masih kelas 1 SMA. Entah saat itu apa yang ada dalam pikiranku sehingga aku menerima cinta Adi.
"Hai, Non! lagi ngelamun apa?" tanya seseorang dengan melambaikan tangan di depan wajahku.
"Eh, loe Fer! Kirain si Adi.."
"Ooo..gue tau, loe barusan ngelamun Adi ya?" tanya Feri
"Ya gak lah...so tau lah!" jawabku
"Tapi dari wajah asem loe, kelihatan banget kalo loe lagi ngelamunin Adi. Emang ada masalah lagi?"
"Gak ada! masalah gue ma dia tetep yang dulu. Kelakuan dia bikin gue jadi orang BT sedunia. Dia selalu berlagak kayak anak kecil, manja, gak mau ngalah..." ucapku kesal
"Ya itu resiko loe pacaran ma anak kecil " ucapFeri menyalahkan. Dari arah pintu kelas terlihat Adi berjalan menuju tempat pembicaraanku dan Feri.
"Tuh, brownis loe mau minta es krim! gue ke bsngku dulu ya...da.. " ksts Feri meledek. Adi berdiri di depan bangkuku.
"Pagi, Honey...entar pulang skul temenin aku main PS ya?"
Aku tidak menjawab pertanyaan Adi. Ku arahkan pandanganku pada buku sejarah diatas bangku.
"Honey, kok aku dikacangin? pokoknya ntar honey harus nganterin aku main PS, titik!! ucap Adi memaksa. Adi baranjak meninggalkan kelas. Ku arahkan pandangan mataku pada Adi sampai dia menghilang. Rasany aku ingin berontak di depan Adi, tapi hatiku selalu melarang.
*****************************
Tet....Tet..........Tet...............
Pelajaran hari ini sudah berakhir. Satu persatu penghuni kelasku beranjak pulang. Saat itu hanya ada aku dan Feri di dalam kelas. Feri mendekat ke arahku.
"Ketany mau nganterin Adi main PS? kok masih di sini? " tanya Feri
" males!!!" jawabku singkat
"Lhoh, kok gitu? senyum dong... entar cantiknya hilang lhoh....." ucap Feri menghiburku
"Gue gak betah kalo pacaran model kayak gini, Fer. Gue pingin dia juga merhatiin gue....."
"Ya..gue ngerti persaan loe, tapi marahnya jangan ke gue dong.."
"Iya, maaf..."
"Eh, hari ini gue mau kumpul ma temen- temen, kalo mau, loe boleh ikut kok!"
"Sekarang?"
"He'em!!"
"Iya, gue mau banget, Fer..."
"Terus Adi?"
"Biarin! gue jugapunya hak buat seneng-seneng, bukan dia doang!!
"Ya udah...loe tunggu gue di depan gerbang! gue ambil motor dulu " ucap Feri tersenyum
Hari ini Feri membuat hidupku lebih berwarna. Dia mengajakku ke berbagai tempat menyenangkan. Entah kenapa, perasaanku mengatakan bahwa perhatian yang dia berikan lebih dari seorang sahabat. Tidak berapa lama, nomor Adi memanggil. Aku menekan yes pada pipet ponselku.
"Halo, honey?tadi aku cari di kelas kok gak ada? padahal aku baru telat 15 menit, kan? aku gak jadi main PS gara-gara gak ada honey...." Adi mewawancaraiku panjang lebar.
"Oh, maaf.. tadi ibu talfon nyruh aku cepet pulang......." jawabku berbohong.
klik. ku matikan panggilan Adi. Sesaat kemudian ponselku kembali berdering. Nomor Adi memanggil berkali-kali. Ku biarkan panggilan itu.
*******************************
Sudah satu minggu aku menghindar dari Adi. Dan selama satu minggu pula hari-hariku ditemani Feri. Hari ini Feri kembali mengajakku ke tempat yang membuatku melupakan semua masalahku dan Adi. Kami baerjalan bergandengan. Tiba-tiba mataku menangkap sosok yang selama ini ku hondari, Adi. Tampaknya Adi juga melihatku. Dia mendekat ke arahku.
"Honey, kok ada di sini? dia siapa?" tanya Adi dengan menunjuk orang di sampingku. Ku palingkan wajahku dari Adi. Adi meletakkan tangannya di atas pundakku.
"Honey, jawab pertanyaanku! dia siapa?"
"Dia cowok baruku!" ucapku ketus. Aku tidak menyangka kalau pengakuan palsuku membuat Adi dan Feri terkejut.
"Jadi dia...." Adi bertanya tak percaya
"Iya, kurang jelas? dia cowokku! jadi mulai sekarang kita putus! ucapku tegas. Adi terdiam sejenak.
"Oke, kalo itu emang terbaik buat honey1Selamat tinggal!" Adi pergi meninggalkan aku dan Feri. Belum sempat kami melangkahkan kaki, tiba-tiba ada suara memanggil.
Mas Feri................" teriak suara itu
Aku dan Feri berusaha mencari arah datangnya panggilan itu. Pandanganku menangkap sosok gadis berkerudung biru. Wajahny terlihat teduh. Gadis itu mendekat ke arah Feri.
"Assalamualaikum, Mas Feri...." sapa gadis itu
"Waalaikum salam..... aku lagi nganterin tamtnku jalan-jalan."
"Eh, loe adeknya Feri ya? gue Bela..." ku ulurkan tanganku untuk menjabat gadis itu.
"O...mbak Bela...saya Tiara, tunangannya mas Feri...."
DEG. Aku benar-benar tak percaya dengan ucapan gadis itu. Seketika nafasku terasa sesak.
"Ya, Tiara tunangan gue. Tadinya gue berencana ngenalin kalian besok lusa,eh gak taunya udah ketemu di sini....." Feri menjelaskan.
Hatiku merasa tersayat melihat keakraban mereka. Inikah yang disebut cemburu?Ya, aku baru menyadari bahwa aku menyimpan rasa pada Feri.
by:
ilin.sari288@gmail.com
"Hai, Non! lagi ngelamun apa?" tanya seseorang dengan melambaikan tangan di depan wajahku.
"Eh, loe Fer! Kirain si Adi.."
"Ooo..gue tau, loe barusan ngelamun Adi ya?" tanya Feri
"Ya gak lah...so tau lah!" jawabku
"Tapi dari wajah asem loe, kelihatan banget kalo loe lagi ngelamunin Adi. Emang ada masalah lagi?"
"Gak ada! masalah gue ma dia tetep yang dulu. Kelakuan dia bikin gue jadi orang BT sedunia. Dia selalu berlagak kayak anak kecil, manja, gak mau ngalah..." ucapku kesal
"Ya itu resiko loe pacaran ma anak kecil " ucapFeri menyalahkan. Dari arah pintu kelas terlihat Adi berjalan menuju tempat pembicaraanku dan Feri.
"Tuh, brownis loe mau minta es krim! gue ke bsngku dulu ya...da.. " ksts Feri meledek. Adi berdiri di depan bangkuku.
"Pagi, Honey...entar pulang skul temenin aku main PS ya?"
Aku tidak menjawab pertanyaan Adi. Ku arahkan pandanganku pada buku sejarah diatas bangku.
"Honey, kok aku dikacangin? pokoknya ntar honey harus nganterin aku main PS, titik!! ucap Adi memaksa. Adi baranjak meninggalkan kelas. Ku arahkan pandangan mataku pada Adi sampai dia menghilang. Rasany aku ingin berontak di depan Adi, tapi hatiku selalu melarang.
*****************************
Tet....Tet..........Tet...............
Pelajaran hari ini sudah berakhir. Satu persatu penghuni kelasku beranjak pulang. Saat itu hanya ada aku dan Feri di dalam kelas. Feri mendekat ke arahku.
"Ketany mau nganterin Adi main PS? kok masih di sini? " tanya Feri
" males!!!" jawabku singkat
"Lhoh, kok gitu? senyum dong... entar cantiknya hilang lhoh....." ucap Feri menghiburku
"Gue gak betah kalo pacaran model kayak gini, Fer. Gue pingin dia juga merhatiin gue....."
"Ya..gue ngerti persaan loe, tapi marahnya jangan ke gue dong.."
"Iya, maaf..."
"Eh, hari ini gue mau kumpul ma temen- temen, kalo mau, loe boleh ikut kok!"
"Sekarang?"
"He'em!!"
"Iya, gue mau banget, Fer..."
"Terus Adi?"
"Biarin! gue jugapunya hak buat seneng-seneng, bukan dia doang!!
"Ya udah...loe tunggu gue di depan gerbang! gue ambil motor dulu " ucap Feri tersenyum
Hari ini Feri membuat hidupku lebih berwarna. Dia mengajakku ke berbagai tempat menyenangkan. Entah kenapa, perasaanku mengatakan bahwa perhatian yang dia berikan lebih dari seorang sahabat. Tidak berapa lama, nomor Adi memanggil. Aku menekan yes pada pipet ponselku.
"Halo, honey?tadi aku cari di kelas kok gak ada? padahal aku baru telat 15 menit, kan? aku gak jadi main PS gara-gara gak ada honey...." Adi mewawancaraiku panjang lebar.
"Oh, maaf.. tadi ibu talfon nyruh aku cepet pulang......." jawabku berbohong.
klik. ku matikan panggilan Adi. Sesaat kemudian ponselku kembali berdering. Nomor Adi memanggil berkali-kali. Ku biarkan panggilan itu.
*******************************
Sudah satu minggu aku menghindar dari Adi. Dan selama satu minggu pula hari-hariku ditemani Feri. Hari ini Feri kembali mengajakku ke tempat yang membuatku melupakan semua masalahku dan Adi. Kami baerjalan bergandengan. Tiba-tiba mataku menangkap sosok yang selama ini ku hondari, Adi. Tampaknya Adi juga melihatku. Dia mendekat ke arahku.
"Honey, kok ada di sini? dia siapa?" tanya Adi dengan menunjuk orang di sampingku. Ku palingkan wajahku dari Adi. Adi meletakkan tangannya di atas pundakku.
"Honey, jawab pertanyaanku! dia siapa?"
"Dia cowok baruku!" ucapku ketus. Aku tidak menyangka kalau pengakuan palsuku membuat Adi dan Feri terkejut.
"Jadi dia...." Adi bertanya tak percaya
"Iya, kurang jelas? dia cowokku! jadi mulai sekarang kita putus! ucapku tegas. Adi terdiam sejenak.
"Oke, kalo itu emang terbaik buat honey1Selamat tinggal!" Adi pergi meninggalkan aku dan Feri. Belum sempat kami melangkahkan kaki, tiba-tiba ada suara memanggil.
Mas Feri................" teriak suara itu
Aku dan Feri berusaha mencari arah datangnya panggilan itu. Pandanganku menangkap sosok gadis berkerudung biru. Wajahny terlihat teduh. Gadis itu mendekat ke arah Feri.
"Assalamualaikum, Mas Feri...." sapa gadis itu
"Waalaikum salam..... aku lagi nganterin tamtnku jalan-jalan."
"Eh, loe adeknya Feri ya? gue Bela..." ku ulurkan tanganku untuk menjabat gadis itu.
"O...mbak Bela...saya Tiara, tunangannya mas Feri...."
DEG. Aku benar-benar tak percaya dengan ucapan gadis itu. Seketika nafasku terasa sesak.
"Ya, Tiara tunangan gue. Tadinya gue berencana ngenalin kalian besok lusa,eh gak taunya udah ketemu di sini....." Feri menjelaskan.
Hatiku merasa tersayat melihat keakraban mereka. Inikah yang disebut cemburu?Ya, aku baru menyadari bahwa aku menyimpan rasa pada Feri.
by:
ilin.sari288@gmail.com
Langganan:
Komentar (Atom)